Informasi Buku

Status Buku

Dijual

Metode Pengiriman

- Diambil Dirumah Owner

- Dikirim via Ekspedisi

Judul Buku

Bilik-Bilik Pesantren oleh Nurcholis Madjid - Dian Rakyat

Pengarang

Nurcholis Madjid

Penerbit

Dian Rakyat

Kategori

Agama

Stok Buku Tersedia

5 Eksemplar

Rating Buku

ISBN 10

-

ISBN 13

Bahasa

Indonesian

Halaman

192

Tahun Rilis

2010

Jenis Cover

Paperback

Berat

0.3 kg

Rp 56.500

Owner Buku

Boba Library

Kondisi Buku

Excellent

Keterangan Kondisi Buku

Judul : Bilik-Bilik Pesantren Penulis : Nurcholis Madjid Penerbit : Dian Rakyat Kondisi : Segel Cari buku? Coba cek Bolehbaca. Biasanya sih lebih MURAH, tapi pasti dijamin ASLI dan AMAN.

Sinopsis

Pesantren sebagai institusi pendidikan tradisional Islam masih tetap eksis hingga hari ini. Namun sumbangannya untuk mengatasi berbagai masalah masyarakat kian diragukan. Acapkali terdengar pertanyaan: mampukah pesantren merespons perkembangan zaman? Buku ini pun mengajukan pertanyaan seperti itu, dan berupaya menyodorkan langkah-langkah yang harus ditempuh kalangan pesantren. Buku ini hadir sebagai hasil respons penulisnya, Nurcholish Madjid, di tahun 1970-an, setelah dia melihat kondisi pesantren waktu itu, yang tampak tertinggal dari dunia di sekitarnya. Nurcholish -yang akrab dipanggil Cak Nur- menyadari bahwa seiring dengan perkembangan zaman, persoalan yang harus dihadapi dan dijawab pesantren juga makin kompleks dan berat. Antara lain, lingkungan pesantren cenderung tak memperhatikan aspek lingkungan. Keadaan ini diperparah dengan pola hidup para santri yang cenderung tak mementingkan faktor kesehatan. Tak mengherankan bila dulu para santri diejek dengan sebutan "santri sarungan" dan "santri kudisan". Di bidang kurikulum, yang menjadi sorotan, adanya ketidakcocokan dunia pesantren dengan dunia modern. Menurut Cak Nur, tak banyak pesantren yang mampu merumuskan tujuan pendidikannya dan menuangkannya dalam rencana kerja yang sistematis (halaman 6). Sementara itu, sistem pengajaran yang dipakai tak efisien, pemilihan kitab kurang relevan, dan cara membaca kitab dengan terjemahan kata demi kata. Santri dianggap kurang kreatif, karena setiap hari dijejali dengan hafalan. Mereka kurang mempelajari ilmu umum, seperti berhitung dan fisika. Masalah penting lainnya adalah gaya kepemimpinan yang dianut pesantren, yang berpusat di tangan seorang kiai karismatik.

Review

Tidak Ada Review

Buku Lain Dari Owner